Percayalah, tak akan ada alasan untukku berhenti memikirkanmu. Mengikutsertakanmu namamu dalam setiap doa yang terpanjat pagi hingga petang. Tak peduli, seburuk apa penilaian orang lain terhadapmu. Saat kau benar-benar terjatuh, aku ingin selalu ada menjadi rumah tempat kau berpulang, menemanimu menata ulang langkah demi langkah. Merapikan kembali beberapa ingatan yang pernah terluka oleh ancaman dunia. Hey, aku juga tak sesempurna yang kau pikir. Aku hanya gadis biasa yang terlahir dari perut seorang perempuan miskin. Tapi dia yang kupanggil ibu selalu memberiku masukan-masukan hebat. Mengajarkanku untuk tidak menjadi si peminta-minta, tetap berlaku bajik pada sesama. Bukankah akan lebih indah, jika kebahagiaan yang kita miliki dapat dirasakan oleh orang di sekitar kita. Aku bahkan tak pernah merasa takut jika seluruh kebahagiaanku bisa kuwakafkan kepada orang lain, terlebih kamu. Aku akan merasa sangat lega bisa menghalangi kesulitanmu. Barangkali, ketika Tuhan m...
Komentar
Posting Komentar