Postingan

Menampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta #PostCintaTribu7e

Mantra Itu Bernama Ikhlas

Teruntuk kamu, lelaki yang pernah menetap di masa laluku,  lantas mengabadi sebagai kenangan. Dengarkan aku yang jauh dari pendengaranmu, baca dan simak apa yang akan kuutarakan. Tentang keladak-keladak bahagia, aku telah membasminya perlahan dengan sebuah mantra: ikhlas. Jika ingin membingkai nama yang lain, aku bahkan telah siap menjabat tanganmu penuh yakin. Kemudian kulepas secarik senyum,  agar kau tak salah duga bahwa aku sedang kehilanganmu. Kesendirian tidak membuatku runtuh, malah semakin kukuh dihadapanNya. Tanpamu aku merasakan banyak hal. Semisal rindu, ah lima huruf ini telah menemukan tuan rumah baru. Seseorang yang teramat asing dimatamu. Seseorang yang kelak akan menjemputku di batas penantian. Selamat menempuh hidup baru,  aku juga tak merasa sesak saat melafazkannya. Kepahitan telah memberi peran yang berbeda. Aku mampu melukis bianglala, sekalipun hujan tak kunjung tiba. Dari aku, penghuni masa lalumu. Karawang, 10 Februari 2017

Aku Masih Batuk

Timur apa kabar? Ah bahkan kalimat receh ini masih menempati ruang kosong di kepalaku. Tahukah kau?  ini hari kesekian rindu menggulung sepi sendirian. Tak apa, mungkin jeda memang tercipta untuk kita. Tanpanya kita tak pernah benar-benar mengikat jarak dengan doa, tanpanya kita tak pernah merasakan indahnya bersabar, meski kadang sulit, aku percaya penantian tercipta untuk kemudian bertemu di suatu masa. Kau tahu Timur, batuk yang hampir menyerangku satu bulan belum juga reda, katamu aku harus meminum tempias embun. Bahkan semalam aku meletakkan sebuah piring kaca cokelat di atas meja di belakang rumah. Pukul 3 dini hari aku terjaga, kuambil piring yang sudah terletak beberapa jam di luar, namun aku sempat meluncurkan tawa kecil. Embun yang katamu ada, ternyata sebutir pun tidak menghuni kawah piring. Akhirnya aku membawa masuk sembari mengucap, ah kau adaada saja. Mungkin aku masih harus berjuang menikmati deru batuk yang kadang mengguncang sekujur tubuh. Doakan aku ya Timur...