Postingan

Aku Merindukanmu

Gambar
Bagaimana jika jemariku mulai lelah, merapikan namamu dalam barisan doa? Apa kamu akan marah? Sementara kesalahan itu tetap  nampak jernih di mataku yang danau Aku harus bagaimana? Entahlah... siang dengan cuaca muram membuat jantungku sedikit berdebar, hebat Terlalu naifkah? atau justeru kamu sengaja membiarkanku mereka-reka Jatuh pada  labirin kosong, gelap Tak ada yang berusaha menjadi cahaya meski sekejap Aku ingin pergi, membawa sesak yang terlanjur hinggap Menjemput pelangi yang pernah singgah di musim yang tlah usai Aku Merindumu

Jakarta, I'm Coming :D

Gambar
Assalamu'alaikum, apa kabar sahabat pena? Ini adalah Jum'at kali kedua di bulan November. Beberapa hari lalu aku telah berkunjung ke Ibu Kota. Menemui sahabatku Nike, perempuan berkulit putih, memiliki tubuh mungil. Jika sekilas ia nampak seperti orang Cina, dipadu bola matanya yang sipit. Panggilannya Ike, dia anak sulung dari dua bersaudara. Ibu dan ayahnya telah lama berpisah. Lahir 22 tahun silam di Padukuan, Sumatera Barat. Kami adalah sahabat karib semenjak duduk  di kelas dua SMA. Pertemuan kami bermula dari ajang pencarian bakat di sekolah di bidang bahasa inggris. Kalau tidak salah namanya English Club. Di sana kami menemukan teman baru, di latih dan di bina menjadi siswa yang mahir dalam melafazkan bahasa inggris. Setelah dinyatakan lulus, Ike melanjutkan kuliah di Universitas Andalas dengan spekulasi jurusan sastra inggris, sedang aku melanjutkan studi agama di UIN Padang. Semasa proses kuliah, beberapa kali kami menyempatkan reunian. Biasanya kalau tidak di Plaza A...

Dari : Anakmu yang bocah

Gambar
Al hamdulillah masih bersua dengan 10 November. Hari di mana seluruh insan nusantara memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian da i Revolusi Nasional Indonesia.  Bicara hari pahlawan, bagiku menjadi pahlawan tidak mesti harus bertempur di medan perang. Bahkan perjuangan dua insan yang telah membesar dan mendidik anak-anaknya melebihi apa yang di lakukan para pahlawan terdahulu. Orang tua adalah pejuang yang kenal letih juga pamrih. Berkat keduanya aku telah tumbuh menjadi perempuan berusia 20 tahun lebih.   Ayah, terima kasih sudah berjuang melawan rumitnya hidup yang membuatku tetap tersenyum simpul saat menatapmu cemas di istana merah. Maaf aku belum bisa menjadi anak yang berbakti sampai masa memberi ruang pada sebuah kalimat bernama jeda. Tentang keterpisahan yang membuatku terkadang resah. Ayah, eng...

Untukmu Neng

Gambar
Selamat berkurang jatah usia. Neng, begitu ucapku saat memanggilmu. Terima kasih telah mengenalmu hampir tiga enam purnama. Apa kabar hari ini? semoga harapan yang membentang sesegera berwujud nyata. Kamu ingat? kali pertama waktu mempertemukan kita di aula sederhana fakultas ushuluddin. Sebuah tempat yang pernah membuatku bersyukur atas gelar tiga buah di belakang namaku. Malam itu, saat udara di kota bengkuang hampir gigil, kau dan rombonganmu singgah lantas mengadakan perjumpaan ramah. Kamu dengan balutan almameter hijau sementara dari pihak kampusku dengan balutan almameter berwarna dongker. (Abaikan warna almameter kami yang mulai berubah akibat efek editan, *tutup muka) :P Entah kenapa, saat itu aku begitu hasrat mengambil beberapa potong gambar untuk dijadikan sebuah kenangan. Lantas bertemu dengan kumpulan mahasiswi yang tengah diburu lelah, dengan ramah kamu menawari sebuah kamera yang ukurannya lebih gemuk dan besar dari kamera yang sudah kugenggam. Jujur itu kali pertam...

Sayur Asem

Hari ini kembali menyapaku, sebelas Juni 2011, sabtu sore pukul lima menjelang petang, semesta berkata beda. Orang-orang berdatangan dengan bawaan di lengan kanan. Aku heran, mengapa rumah begitu ramai. Air mata menghiasi langit senja kala itu. Ba-bapak ucapku terbata di hadapannya. Kedua netra tertutup sempurna, mulut terkatup rapat-rapat. Sisa-sisa menahan nyerinya mengalir lembut di kedua pipi. Teteh perempuanku pingsan, orang-orang semakin ramai. Innalillahi wainnailaihi raji'un, aku mendengar gema dari surau-surau. Mengapa nama bapak mereka perdengarkan dari celah-celah pengeras suara. Keranda telah tiba, beberapa diantara mereka merajut kembang-kembang. Aku masih dengan tanya ingin tahu, ada apa?? Mengapa suasana semakin haru. Bapak belum meninggal, gumamku pelan. Entah kenapa tiba-tiba mereka tega melucuti pakaian Bapak. Aku menangis sejadi-jadi. Seseorang memenangkanku, di ajaknya aku berwudhu. Aku lantas ikut memandikan beliau di kamar kecil dengan terpal p...

Yang Tak Boleh Kulupa

Gambar
Sebuah catatan yang masih hinggap di medsos. Banjir?? lima huruf yang melempar memori untuk berada di satu kota, kota yang pernah menjadi impian dalam hidup. Ah tidak, itu dulu. Semasa alam di sana masih ramah menyapa. Jauh sebelum banjir yang melanda kota Padang kemarin, saya pernah menikmati empat kali genangan air di kota bengkuang. Saat itu kost saya yang berada di bilangan Surau Balai, samping Masjid Al-Ikhlas tersebut Andromeda. Kali pertama banjir saya justru sedang berada di kampung halaman, Dharmasraya. Kabupaten yang kini di pimpin oleh Sutan Riska. Alumni SMA N 1 Sungai Rumbai yang juga pernah menjadi masa-masa sulit bagi saya dalam menimba ilmu di bangku putih abu-abu. Meninggalkan kota padang beberapa hari tentu saat itu saya harus mengunci lemari pakaian, barang yang letaknya di luar sudah di kemas oleh rekan saya Nila dan Kakak kos saya Putri, tatkala banjir melanda kost kami. Walhasil sepulang saya dari kampung, baju satu lemari basah semua. Keesokann...

Senja Pukul Lima

Gambar
Oleh : Maria Ulfa tak ada sentuhan merah mega  hanya alunan cerita usang dan degup yang menggugup di antara denyut ilalang  yang menyipu tanah menabah, kemarau di awal musim tak bisa dicegah di sini, hangat senyummu menyapa tubuh yang merindu sementara tangan rintih  menggenggam harapan bisu hati yang begitu daun, tekun menabahi resah memeluk kisah yang terbentur pada dinding yang ceroboh padamu kemuning kecil, cahaya emas yang semakin jatuh terangi siluet yang karam dalam kegelapan yang merapuh katakan pada temaram yang legam, aku butuh purnama bersinar yang hinggap di langit seberang jika pun terasa rumit, aku akan begini saja mengakrabi hitam yang semakin sahaja menunggu matahari--setelah embun mengetuk pintu pagi perihal asa, biar kutabung pada doadoa sepi Karawang, 12 Oktober 2016