Postingan

MANTAN

Gambar
Sebagai manusia, tentu siapa pun memiliki bermacam peristiwa hangat dengan seseorang bergelar mantan, tak terkecuali aku yang masih sedikit sulit memakamkannya dalam pusara ingatan. Ya dia yang penah mengisi kehampaan jiwa. Ingin sekali menepi dari kenyataan, agar kehilangan tak tunas kesedihan. Tak banyak yang kuingat, dia hanya lelaki biasa, sederhana dalam ucap, bijak dalam betindak. Berawal dari diskusi, dia tertarik menelusuriku lebih jauh, aku yang hanya seorang junior siapa pun senior yang mendekat tentunya dengan bangga kubuka lebar-lebar pintu perkenalan. Sembilan purnama kuhabiskan masa-masa bahagia bersamanya, kadang air mata pun turut mengiringi perjalanan kami dalam menempuh setiap episode kehidupan. Ada pun ha-hal yang masih terajut dalam bennak akan ingatan tentangnya: – Aku yang sedikit bocah dia justru merangkulku dengan sikap dewasanya. Tak pernah marah, selalu sabar menghadapiku yang super cerewet. – Masih terbesit, saat ia menghubungi ibu denga...

Sisa Kemarin

Oleh: Maria Ulfa Sudah adzan dzuhur teh? tanya seorang pria berkulit gelap padaku. Aku yang baru selesai salam di antara dua sujud terakhir langsung tercengang menatap heran. "Sudah" jawabku singkat.  Aku kembali merunduk, menggeriimiskan kalimat Allah, dengan ketukan ruas-ruas jemari. Pria tersebut, langsung mengangkat tangan dan melakukan beberapa gerakan shalat. Krek!!  pintu mushala terdengar merengek di telingaku, seorang bocah dengan balutan kaos singlet memasuki ruangan yang cukup besar berwarna putih susu, mulai dari keramik dinding dan atapnya berona putih. Hanya permadani saja yang berwarna hijau terbentang mulai dari sisi kiri-kanan mushala, bermotif kubah Masjid. Bocah dengan mata sipit, langsung memiringkan kepalanya di samping pria berkulit gelap yang tengah menjalani ibadah, kemudian ia keluar melalui pintu sebelah kanan. Kulihat ia memutar tombol keran, sepertinya hendak mengambil air wudhu, mulai dari membasuh kedua telapak t...

Dear Mantan Maafkan Aku Yang Dulu Ya

Oleh : Maria Ulfa Sepekan ini, ketujuh kata di atas serempak menjamur di emperan sosial media, Twitter, Facebook, Instagram dan akun-akun sosial yang setara lainnya . Saya yang hanya seorang jomblo dan sempat menyandang gelar pacaran justru tidak tertarik dengan memasang meme yang katanya kekinian.  So what? this is me. Semenjak awal tahun 2013 saya memutuskan hubungan dengan kekasih saya, tak ada masalah hanya saja kami terlalu egois, dia yang sibuk dengan kuliah, organ isasi ditambah pula dengan kerja part time, tak pernah memberi kabar. Ya saat itu setan memang sedang merasuki tubuh saya. Namun saya tak menyesal pada akhirnya sendiri pun jauh lebih elegan. Dan Islam pun mengajarkan untuk tidak pacaran. Hari ini pun Dear Mantan menjadi trending topic utama di twitter. Bahkan kemarin siang saya membuat PM di BBM  "TUHAN maafkan aku yang pernah PACARAN. MANTAN mulu? sudah ndak LAKU" :D Salah satu temanku memberi emoticon jempol aku pun membalas...

Tentang Jodoh

Gambar
  Ketersiapan menyandang gelar istri tentu telah kutanam sejak silam Hanya tinggal menunggu apakah  Dia menghendaki peristiwa sakral itu berlangsung Di musim ini atau justru di musim berikutnya Letih menanti itu pasti Lelah berharap jangan di tanya Namun apakah Allah suka bila hambaNya putus asa? Semua sudah terencana indah di dalam buku rahasiaNya Jangan terburu-buru menafsirkan cinta Yang belum jelas apalagi mengungkapkannya Laporkan setiap rasa yang timbul  Terlebih dahulu pada sang pemberi restu Oleh: Maria Ulfa
Oleh : Maria Ulfa Di sudut sunyi Rindu menetap seorang Angin berembus dari sebrang Mengantar sepucuk kabar Berdiri ia Terpasang wajah berseri-seri Terduduk ia Tertampar aksara di kertas putih Nyeri Secangkir kopi menatap elegi Gerimis berlari menumpuk di mata kiri

Selamat Hari Kartini

Oleh : Maria Ulfa Betapa sukar menanggalkan sebuah ego  Namun tidak padanya Meski keinginannya memuncak tinggi Untuk berguru di negri kincir angin Kepatuhan terhadap ayah dan sistem patriarki  Memupuskan segala Menolak tawaran mengajar di Betawi  Walau sebelumnya ia begitu gebu Ingin mendidik anak negri Menerima lamaran pria asing dengan hati tulus  Tak sertamerta karena kecintaanya pada sang ayah Percayakan pada kami ibu pertiwi Kami akan melanjutkan mimpi-mimpimu  Yang pernah tertunda Dan kami yakin akan pahatan aksaramu Habis gelap terbitlah Terang Karawang, 21 April 2016

Aku Seorang Munafik

Oleh: Maria Ulfa Aku sempat berjanji pada Tuhan dan diriku, semenjak putus dari dia aku berikrar untuk tidak mencari pasangan lagi. Bertawa ria dengan sepi, menjaga keistiqomahan beribadah.  Hah jomblo, temanku berdecak heran Lantas salah? ucapku santai Ember? timpalnya lagi Salah satu teman kuliahku, selalu kepo menanyakan apakah aku berhasil mencari pengganti mantan sebelumnya atu justru sudah memutuskan untuk CLBK. Helo?? Kutegasskan padanya, niat awal aku menginjakkan kaki di bumi semata-mata hanya untuk menyembah ilahi, bukan untuk pacaran putus lantas gonta-ganti? Lu pikir agen makanan apa, yang bila langka di toko si A lalu mencari ke toko si B.  Hidup bukan perkara soal gula-gula cinta belaka, boleh mencintai namun apakah sudah berada di koridornNya, bila belum ubahlah sedikit paradigmamu kawan dalam menempuh kehidupan yang fana. Jujur aku yang terlahir dari lingkungan agama memang agak menutup diri. Itu sebabnya aku memutuska...